Cara Memilih Sendok Makan Bayi Yang Aman

dr. Dyah Pusmala, SpA, M.Kes

Kali ini Toko DiGi akan membahas secara detail tentang memilih sendok makan bayi yang aman. Bukan cuma itu, kami juga akan memberitahu bagaimana cara melatih anak makan sendiri menggunakan sendok.

Kita mulai aja ya, Bunda…

Memilih sendok makan bayi yang aman adalah satu hal yang penting karena perlengkapan makan bayi langsung berhubungan dengan sistem pencernaan anak. Padahal ada banyak zat kimia yang dilarang penggunaannya untuk alat makan dan mainan bayi karena bisa mengganggu kesehatan bayi.

Bentuk dan bahan sendok akan mempengaruhi kemudahan sang buah hati dalam menggunakannya dan berpengaruh juga pada kesehatan si kecil karena ada beberapa produk perlengkapan makan bayi yang mengandung bahan kimia tertentu.

Nah inilah yang banyak dikeluhkan oleh para Bunda. Masih banyak Bunda yang bingung untuk memilih sendok makan bayi yang aman dan tepat untuk buah hati mereka.

Banyak Bunda bingung memilih sendok makan bayi karena di toko pilihannya banyak banget. Bahkan banyak yang bentuknya aneh-aneh. Karena itu, Toko DiGi pengen berbagi tips bagaimana menilai bentuk sendok makan bayi yang aman dan sehat.

sendok makan bayi yang aman

Nah, untuk lebih jelasnya Bunda juga bisa membaca tipsnya di sini… ^_^

  1. Bahan Sendok Makan Bayi

Dalam memilih sendok makan bayi yang sehat Bunda harus berhati-hati karena di pasaran juga nggak jarang ditemukan sendok dengan lapisan yang sensitive saat disentuhkan dengan makanan yang terlampau panas. Jadi ketika digunakan untuk menyendok makanan sang buah hati yang masih panas atau hangat bisa berubah bentuk.

Ingat, Bunda… Tips memilih sendok bayi yang aman adalah dengan memilih sendok makan bayi dengan model soft-tip. Sendok makan bayi model soft-tip yaitu sendok yang didesain dengan bahan yang lembut jadi aman dari benturan dengan gusi terutama pada bayi yang baru akan tumbuh gigi.

memilih sendok makan bayi

Hal utama yang harus diperhatikan dalam memilih sendok makan untuk bayi adalah keamanannya. Pastikan bahan pembuatnya terbebas dari racun serta bahan kimia yang bisa membahayakan kesehatan anak seperti:

  • Bebas BPA (BPA free)

BPA atau Bisphenol-A merupakan senyawa kimia pembuat plastik yang ikatan struktur molekulnya nggak stabil dan bisa terlepas ketika terkena pemanasan, baik itu oleh proses pemasakan, cahaya matahari, atau hawa panas (seperti di dalam mobil).

Molekul yang terlepas dalam konsentrasi tertentu dan nggak bisa ditoleransi oleh tubuh bisa mengakibatkan masalah kesehatan, mulai dari ketidakseimbangan hormon, perubahan sistem imun anak, hingga merangsang pertumbuhan sel kanker.

  • Bebas phthalates

Phthalates adalah senyawa kimia yang digunakan untuk melunakkan plastik supaya lentur dan nggak retak saat dilengkungkan. Karena secara kimiawi nggak terikat pada plastik, zat ini akan terus-menerus terlepas ke udara atau larut ke dalam makanan dan cairan yang menempel padanya.

Anak-anak sangat rentan terhadap paparan phthalates, mengingat sistem pencernaan, syaraf, dan reproduksinya sedang berkembang. Pastikan perlengkapan makan bayi Anda bebas dari kandungan bahan kimia ini untuk menjaganya selalu sehat.

  • Bebas PVC

PVC atau Polifinil Klorida juga merupakan zat kimia campuran plastik. Zat ini memiliki sifat yang hampir sama dengan phthalates. Penggunaan bahan kimia ini pada perlengkapan makan anak, bisa mengakibatkan gangguan kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan kondisi hormonal anak.

  • Warnanya anti luntur

Warna memang menjadi salah satu daya tarik dalam perlengkapan makan anak. Tapi pastikan bahwa sendok makan bayi Anda warnanya nggak luntur saat dicuci atau terkena pemanasan. Karena pewarna sintetis berbahaya bagi kesehatan kalau terserap ke dalam makanan dan tertelan oleh buah hati Anda.

Polyproylene atau disingkat (PP) dengan kode plastik bernomer 5 merupakan material yang direkomendasikan untuk perlengkapan makan bayi, khususnya sendok. Profilnya yang ringan, tangguh, dan tahan terhadap kelembapan, membuat bahan ini mudah dibersihkan dan lebih tahan terhadap bakteri, sisa minyak dan bahan kimia lainnya.

bahan sendok makan bayi

Jadi pada saat Bunda ada di toko perlengkapan makan bayi nanti, perhatikan baik-baik di kemasan sendok makan bayi yang akan Bunda beli: apakah ada tulisan PVC Free atau BPA Free? Kalau ada, maka sendok tersebut aman untuk bayi.

Kalau nggak ada keterangan di kemasan, segera tanyakan ke pemilik toko apakah sendok tersebut bebas PVC dan BPA.

Nah, gitu Bunda cara memilih sendok makan bayi yang aman berdasarkan bahan pembuat sendok tersebut. Sekarang kita akan bahas gimana memilih sendok makan bayi berdasarkan bentuknya.

  1. Bentuk Sendok Makan Bayi

Ketika Bunda memilih sendok makan bayi sebaiknya Bunda memilih sendok dengan pegangan yang berbentuk lebar jadi aman ketika dimasukkan ke mulut bayi. Hal ini juga berguna ketika nanti bayi sudah bisa memegang sesuatu dan mau mencoba memegang sendoknya sendiri.

Untuk membuat sang buah hati makan dengan lahap dan lancar Bunda bisa memilih sendok makan bayi yang sehat jenis spatula spoons. Sendok ini memiliki pegangan yang panjang jadi proses pemberian makan si Kecil menjadi lebih mudah. Bentuk sendok jenis spatula spoons yang panjang juga bisa membantu membersihkan makanan dari mulut si kecil.

 

sendok makan bayi spatula spoon

Pilihan warna sendok makan bayi ada beraneka ragam. Pilihlah sendok makan bayi yang berwarna-warni cerah. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian si Kecil. Hal ini penting utamanya pada anak-anak susah makan yang harus diajarkan bahwa kegiatan makan adalah proses yang menyenangkan.

  1. Pilihan Sendok Makan Bayi Sesuai Perkembangan Usia

Penting diketahui para orang tua termasuk Bunda yang bijak semua bahwa ketika memilih sendok makan bayi yang sehat sebaiknya senantiasa memperhatikan tingkat keamanan serta disesuaikan dengan tahapan perkembangan sang buah hati. Bunda bisa memilih sendok untuk sang buah hati sesuai dengan perkembangan usianya seperti berikut ini:

Usia 4 hingga 6 bulan

Dalam perkembangan usia 4-6 bulan Bunda bisa memilih sendok makan bayi yang sehat dengan kriteria sendok yang nggak terlampau cekung, bergagang panjang, terbuat dari plastik atau karet jadi bagian tepi sendok nggak tajam dan keras.

Sendok ini bisa Bunda gunakan untuk memberi minum ASI dari cangkir. Baru ketika usia sang buah hati menginjak usia 6 bulan Bunda bisa menggunakan sendok tersebut untuk media belajar si kecil makan makanan padat pertamanya.

Usia 6 hingga 8 bulan

Untuk bayi yang baru mulai dikenalkan pada makanan padat, fitur sendok yang paling tepat adalah yang bergagang panjang, ramping (long reach handle), dengan cekungan yang agak datar dan pinggiran yang lembut. Hal ini bisa membantu ibu saat menyuapi dan memudahkan anak saat menggenggam dan meraih makanannya sendiri (saat anak bermain dengan sendok makannya). Pastikan gagang sendoknya dilengkapi bahan karet supaya nggak licin kalau terkena air atau makanannya.

Usia 9 hingga 12 bulan

Pada usia ini anak sudah semakin akrab dengan aktivitas makan. Anda pun sudah mulai bisa membiarkan anak bermain dengan makanannya sambil melatih keterampilannya menggunakan sendok. Untuk itu, sendok makan yang paling tepat adalah yang bergagang lebih pendek dengan kepala sendok yang agak lebar dan tebal. Dengan begitu, ia bisa lebih mudah menggenggam sendoknya dan makanan yang diraih juga jumlahnya bisa lebih banyak dibandingkan saat ia memulai Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Usia di atas 12 bulan

Setelah usia 1 tahun, makanan anak sudah bisa disamakan dengan menu makanan keluarga. Artinya bukan berupa bubur beras merah atau tim lagi. Anak sudah bisa diperkenalkan dengan garpu dan sendok makan yang ukurannya lebih besar. Hal ini bertujuan supaya makanan yang diraih atau disuapkan juga bisa lebih banyak.

Tapi tetap harus diperhatikan bahwa sebaiknya jangan dulu memberikan sendok berbahan dasar stainles steell, karena ukurannya yang besar dengan pinggiran tipis dan cenderung tajam, bisa melukai mulut dan gusinya. Ada baiknya Bunda memberikan sendok yang memang didesain khusus untuk anak-anak agar menarik, utamanya untuk anak yang tidak mau makan tapi cuma mau minum susu saja.

  1. Posisi Saat Menyuapi Si Kecil

Setelah Bunda berhasil dalam memilih sendok makan bayi yang aman, kini tiba saatnya Bunda menyuapi sang buah hati. Sebaiknya Bunda duduk di depan bayi, karena dengan duduk di depan si kecil Bunda bisa mengajaknya mengobrol dan memandangnya sembari menyuapinya. Posisi ini juga disarankan bila Bunda menyuapi si kecil saat anak makan buah-buahan sehingga potongan buah tidak mudah jatuh dari sendok.

Ingat, Bunda… Jangan mengangkat gagang sendok telalu tinggi ketika hendak menarik sendok keluar dari mulut bayi, karena selain makanan bisa masuk ke hidung, hal ini juga nggak baik untuk perkembangan gusi si Kecil.

  1. Singkirkan Hal Yang Bisa Mengganggu Konsentrasi Si Kecil

Bunda jangan memberikan makan atau menyuapi sang buah hati sambil meletakkan mainan di dekatnya. Hal ini bertujuan supaya mainan dan nggak mengganggu konsentrasi sat si kecil saat mengunyah dan menelan makanannya.

  1. Teknik Penggunaan Sendok

Ketika Bunda sudah memilih sendok makan bayi yang aman maka teknik penggunaan sendok juga harus tepat. Faktanya sendok makan bayi memang memiliki ukuran yang kecil, tetapi dalam penggunaanya sebaiknya sedikit aja pada ujungnya dan nggak memenuhi sendok tersebut. Setelah si Kecil telah bisa mengunyah makanan dengan lancar maka Bunda bisa menambah porsi makannya.

  1. Sediakan Air Putih Dekat Si Kecil Ketika Dia Makan

Ketika menyuapi atau mengajari anak makan sebaiknya Bunda nggak lupa menyiapkan air putih di samping di Kecil. Hal ini bertujuan untuk membersihkan mulut bayi setelah makan dan sebagai upaya antisipasi ketika bayi tersedak bisa meminumnya supaya makanan yang membuatnya tersedak bisa ditelan dengan lancar. Hal ini sering dilupakan terutama bagi Bunda yang baru memiliki anak pertama.

  1. Ajari Anak Makan Sendiri Sedini Mungkin

Ketika perlengkapan makan telah lengkap dan Bunda telah tepat dalam memilih sendok makan bayi yang aman, selanjutnya Bunda bisa melatih si Kecil untuk makan sendiri yakni paling tidak sejak usia 1 tahun. Karena dengan membiasakannya makan sendiri di usia 1 hingga 5 tahun akan menentukan pola dan kebiasaan makan sang anak ke depannya. Sebagai Bunda yang bijak dan cermat bisa mensupportnya makan sendiri dengan menu yang lezat, sehat dan variatif serta disajikan dengan sangat menarik.

  1. Ajak Anak Makan di Meja Makan

Untuk meningkatkan nafsu makan bayi, ajaklah dia makan di meja makan dimana dia sering melihat orangtuanya makan. Hal ini mempengaruhi bayi secara psikoogis dan membantunya belajar bahwa kegiatan makan harus dilakukan di meja makan.

Bunda bisa mengajaknya untuk makan di meja makan bersama anggota keluarga yang lain. Bunda bisa meletakkan sang buah hati pada kursi yang tinggi dan membiarkannya belajar menggunakan sendok sendiri ketika makan.

Sebaiknya Bunda nggak terlampau sering membantu si kecil saat makan semisal makan selalu disuapi atau memegangi gelasnya ketika minum. Hal ini karena sebenarnya koordinasi jari tangannnya sudah mulai berkembang dengan baik jadi mulai bisa memegang sendok dan gelasnya sendiri. Biarkan si kecil memegang gelas atau sendok dengan satu tangan tanpa bantuan.

  1. Yang Perlu Bunda Waspadai

Ketika bayi telah menginjak usia 3 tahun tetapi belum bisa memegang sendok sendiri maka Bunda harus waspada. Hal ini memberikan indikasi bahwa koordinasi antara jari, tangan dan mata si kecil belum optimal. Bunda harus bersabar dan terus melatih sang buah hati supaya bisa melewati masa tumbuh kembangnya dengan baik.

Memilih sendok makan bayi yang aman dan tepat merupakan hal yang harus diperhatikan para Bunda yang bijak. Karena dengan pemilihan sendok yang tepat akan membantu sang buah hati bisa makan dengan lahap dan juga aman untuk gusi dan mulut bayi apalagi kalau didukung cara yang tepat dalam menyuapi dan melatih bayi makan sendiri.

Peralatan makan bayi khususnya sendok, bisa menjadi sarana bagi orang tua untuk merangsang semangat makan Anak. Pemilihan fitur yang tepat sesuai dengan usia perkembangan bisa memudahkan anak dan membantunya menjadi lebih terampil menggunakan alat makan.

Jangan biarkan anak menjadi frustrasi saat belajar makan dikarenakan sering gagal memasukan makanan ke mulut akibat fitur sendok yang nggak ergonomis, licin, atau terlalu besar. Pilihkan juga sendok dengan warna-warna yang cerah dan menarik, jadi anak menjadi lebih bersemangat dan cepat tanggap saat waktu makan tiba.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai sendok makan bayi, semoga bisa memberikan pengetahuan tambahan bagi Anda, terutama para ibu yang sedang mempersiapkan diri memberikan MPASI buah hatinya. Mudah-mudahan juga informasi ini bisa membantu Bunda dalam memilih sendok makan bayi yang aman dan mengajarkan anak makan sendiri.

Kalau Bunda merasa terbantu dengan informasi ini, silahkan di-share ke Facebook atau media sosial lainnya supaya Bunda yang lain juga bisa mendapatkan tips-tips perawatan anak dari Toko DiGi.com.

Kalau Bunda ingin menanyakan sesuatu sehubungan dengan perawatan anak, silahkan ditanyakan melalui kolom komentar di bawah ini yah, Bun.

Salam sehat!