Begini Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan Yang Normal

dr. Dyah Pusmala, SpA, M.Kes

Bayi yang telah menginjak usia 6 bulan akan memperlihatkan pertumbuhan yang cukup pesat. Usia bayi yang telah 6 bulan ini tentunya patut Bunda syukuri, apalagi jika perkembangannya normal. Walaupun mungkin ada beberapa gangguan kesehatan kecil tapi tidak bersifat fatal, dan bayi masih tetap sehat hingga saat ini, dengan masih tetap menerima asupan nutrisi dan gizi yang sehat.

Nah, bayi Bunda yang saat ini sudah berusia 6 bulan sudah bisa apa saja sih? Bayi yang berusia 6 bulan biasanya akan memperlihatkan tanda-tanda yang lebih aktif, baik dalam pergerakan, ekspresi, dan lainnya seperti di bawah ini :

Bobot serta tinggi bayi 6 bulan

Bayi yang tumbuh dengan normal pasti akan seiring dengan bobot dan juga tingginya. Nah, pada bayi yang sudah berusia 6 bulan ini biasanya bobotnya sudah mencapai 2 kali lipat dari bobot berat badan pada saat lahirnya. Ini karena, bayi yang tumbuh normal akan mengalami penambahan bobot sekitar 600 gr hingga 1,5 kg perbulannya, dan begitu pula dengan tinggi badan dari bayi.

Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan

Kemampuan motorik kasar meningkat

Bunda dan sekeluarga pasti akan lebih senang ketika  pertama kali melihat bayi bisa duduk sendiri tanpa harus ditopang lagi. Nah, bayi yang sudah memasuki 6 bulan ini sudah bisa melakukan hal tersebut. Untuk awalnya, Anda  mungkin akan melihat bayi menggunakan kedua tangannya sebagai penopang tubuhnya. Namun, lama-kelamaan bayi sudah bisa duduk normal tanpa harus menggunakan tangan untuk menopangnya. Di usia ini pula bayi sudah bisa berguling-guling sendiri ke posisi telungkup kemudian kembali lagi ke posisi terlentang, tanpa bantuan orang lain. Dan, seiring dengan perkembangan tersebut bayi akan sedikit demi sedikit akan mulai untuk bergerak maju seperti layaknya latihan tentara yang merayap di lantai.

Kemampuan motorik halus meningkat

Seiring perkembangan saraf motorik kasarnya, motorik halus juga harusnya juga meningkat. Kemampuan motorik halus pada bayi yang bisa diperhatikan dengan detail di sini adalah jari-jarinya yang sudah bisa digerakkan satu persatu untuk memegang sesuatu yang lebih kecil. Dan, akan terus berkembang seiring dengan perkembangan usianya pula. Banyak orang tua yang mulai membanding-bandingkan bayinya jika sudah menginjak usia ini. Bunda tidak perlu  khawatir jika bayi Bunda belum mampu menggunakan motorik halusnya dengan baik. Karena, pertumbuhan bayi memang unik, di mana ada juga beberapa bayi lebih tertarik untuk lebih mengembangkan saraf motorik kasarnya. Ada juga yang hanya lebih banyak duduk dan mengamati sekeliling saja.

Waktu  tidur bayi lebih lama

Untuk bayi yang telah menginjak usia 6 bulan, maka biasanya  sudah mampu tertidur selama lebih dari 6 jam perharinya sekali tidur. Bayi juga sudah lebih aktif bergerak ketika tertidur. Jadi, bisa saja dia tertidur dalam keadaan terlentang, lalu kemudian terbangun dalam posisi tengkurap, bahkan dalam posisi terbalik.

Makanan bayi 6 bulan

Bayi yang telah mencapai usia 6 bulan ini sudah memiliki pencernaan yang cukup baik tapi tetap masih rentan terhadap gangguan pencernaan apabila Bunda salah memilih menu makanan tambahan. Normalnya bayi sudah siap untuk menerima makan yang sedikit lebih padat dari ASI. Nah, di usia ini tentunya Bunda harus sudah mulai memperkenalkan bayi dengan MPASI berupa bubur susu atau buah-buahan yang dihaluskan seperti pisang. Setelah bayi sudah mulai terbiasa dengan bubur dan buah, selanjutnya Bunda bisa memberikan sayur. Memperkenalkan jenis makanan yang berbeda pada bayi sebaiknya diberikan selang waktu sekitar tiga atau empat hari setiap makanan. Ini agar memastikan bayi tidak alergi terhadap makanan tersebut satu-persatu.

Bunda sebaiknya menghindari pemberian makanan berupa buah berry, coklat, putih telurm kacang tanah, kerang, kacang kedelai, dan lain sebagainya. Karena, jenis makanan tersebut bisa berpotensi alergi terhadap bayinya loh Bun. Pemberian produsk susu sapi serta madu juga jangan dulu, sebaiknya diberikan jika usianya sudah mencapai 1 tahunan.

Membangun komunikasi dengan orang sekitar

Membangun komunikasi di sini maksudnya bukan seperti jalan kiri kanan untuk bercengkeramah dengan tetangga. Akan tetapi, lebih kepada pengucapan kata-kata pertama dari bayi seperti ocehan “mamamama” atau mungkin “dadadada”. Bunda atau pun sang Ayah bisa menanggapi celotehan dari dede’ bayi ini. Dan, biasanya semakin ditanggapi dengan celotehan kata-kata, si dede’ bayi juga seakan memahami dan ikut terlibat dalam obrolan tersebut. Pada tahap ini pula bayi juga sudah mulai mengenali siapa Ayah dan Bundanya. Jadi, sebaiknya sebagai orang tua Bunda yang mungkin lebih banyak bersama sang bayi mengajarkannya untuk berkata mama atau papa sambil menunjuk ke Bunda dan Ayahnya.

Tingkah lucu dari sang bayi akan lebih terlihat jelas pada usia 6 bulan ini. Bayi sudah bisa memberi sinyal atau tanda untuk meminta agar digendong dengan mengangkat kedua tangannya. Bayi juga sudah menciptakan berbagai ekspresi-ekspresi lucu yang diajarkannya atau mungkin dilihatnya secara tidak sengaja setiap hari, baik itu dari tontonan tivi atau pun orang sekitarnya. Bayi juga sudah bisa memperlihatkan tingkah seperti penolakan terhadap sesuatu asing baginya. Misalnya saja ingin digendong oleh orang  yang baru pertama kali dia jumpai.

Tips mendukung perkembangan bayi usia 6 bulan

Seperti yang telah kami tuliskan di atas, bahwa bayi di usia 6 bulan sudah mulai bisa memperlihatkan ekspresi dan lainnya. Namun, jika bayi Bunda masih belum memperlihatkan beberapa tanda perkembangan seperti yang telah dijelaskan di atas, maka Bunda bisa mengajarinya. Ini perlu untuk bayi agar bisa mendukung perkembangannya di usia 6 bulan ini. Nah, di bawah ini ada beberapa hal yang bisa Bunda lakukan untuk membantu bayi dalam merangsang perkembangannya tersebut :

  • Bunda bisa mengajari bayinya duduk dengan pertama-tama memberinya sandaran untuk menopang tubuhnya. Selanjutnya satu persatu sandaran tersebut Bunda lepas agar bayi bisa belajar duduk tegak sendiri.
  • Bermain ci luk ba untuk melihat ekspresi dari bayi.
  • Merangsang saraf motorik halusnya dengan mengajarkannya mengambil lalu memegang benda yang kecil dengan hanya menggunakan 2 jari saja.
  • Bunda harus lebih aktif untuk mengobrol dengan bayi sebagai bentuk pembelajaran dalam mengucapkan kata-kata sederhana.
  • Jika Bunda ingin membelikan mainan, sebaiknya belilah mainan yang lunak dan yang tidak cepat rusak. Karena, bayi di usia 6 bulan ini hanya bisa memukul-mukulkan mainan, melempar, serta menggigitnya.
  • Ajari bayi untuk merangkak untuk merangsang saraf motoriknya dengan memancingkan mainan dalam jarak yang sedikit jauh.
  • Bunda bisa berkonsultasi dengan dokter anak, jika bayinya tidak memberikan respon terhadap rangsangan yang telah Anda berikan.