Perkembangan Bayi Yang Normal Di Usia 18 Bulan

dr. Dyah Pusmala, SpA, M.Kes

Bagaimana kabar bayi Bunda sekarang ini, sudah bisa merangkak, berjalan, atau mungkin berlari Bun? Kalau bayinya sudah bisa berjalan berarti usianya sudah  berada di atas 1 tahunan dong. Dan, jika sudah bisa berlari dengan stabil dan juga seimbang biasanya usia bayi sudah hampir mencapai 2 tahunan. Bayi yang hampir mencapai usia 2 tahunan atau sekitar 18 bulan memang sudah mencapai tahap perkembangan yang bisa dikategorikan sebagai anak-anak. Jika, bayi Bunda tumbuhnya normal hingga mencapai usia 18 bulan berarti kemampuan otak, saraf, organ tubuh, serta bahasanya pun ikut berkembang normal.

Bunda harus bisa lebih aktif lagi menjaga bayinya ketika  sudah mencapai usia ini. Karena dengan kemampuan bayi usia 18 bulan ini pasti akan lebih aktif bermain, seperti berlarian kesana-kemari, dan yang paling perlu diwaspadai jika rumah Anda berlantai 2, si adek bayi pasti sangat suka untuk memanjat di tangga loh Bun.

Di usia 18 bulan ini merupakan usia di mana bayi mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Untuk menilai kesehatan dari seorang anak pun biasanya dimulai pada usia 18 bulan.

Perkembangan Bayi Usia 18 Bulan

Perkembangan Bayi Usia 18 Bulan

Pada bayi yang telah berusia 18 bulan, akan lebih mudah untuk menilai apakah pertumbuhan atau perkembangan dari bayi Bunda ini normal atau tidak. Bayi yang dikatakan normal pada usia 18 ini bisa Bunda nilai dengan menggunakan beberapa indikator di bawah ini :

  • Motorik kasar bayi

Motorik kasar bayi yang telah berusia 18 bulan ini bisa sangat jelas diperhatikan. Jika, bayi Bunda sudah bisa berlari kencang dan juga seimbang, duduk di kursi sendiri, mengambil dan juga melemparkan, serta sudah mampu naik pada lantai 2 rumah melalui tangga, itu berarti bayi Bunda tumbuh dengan normal.

  • Motorik halus bayi

Bayi yang berusia 18 bulan bisa Bunda berikan mainan berupa mainan kayu seperti balok kayu dan puzzle kayu. Jika, dari balok-balok tersebut bayi Bunda bisa menara, kemudian puzzle juga dapat disusun dengan baik itu berarti saraf motorik halusnya bekerja dengan baik. Bunda juga bisa memberikan sebuah pensil untuk digunakan  menulis. Bayi biasanya kesulitan untuk memegang pensil dengan gaya seperti orang dewasa pada umumnya. Bayi cuma bisa menggenggam pensil tersebut kemudian mencoret-coret pada dinding atau  kertas.

  • Bayi sudah bisa mengeluarkan beberapa kata dengan jelas

Usia 18 bulan bagi bayi tentunya sudah bisa menyebutkan beberapa kata dengan jelas dan fasih dari mulutnya. Bayi juga sudah mampu menerima dan mengerti ajakan atau perintah yang diberikan padanya, misalnya saja Bunda meminta tolong si kecil untuk mengambilkan benda-benda kecil dan ringan misalnya bantal bayi.

  • Sosialisasi

Bayi yang berusia 18 bulan ini sudah mengenal orang-orang yang berada di sekitar lingkungan bermainnya, utamanya di dalam rumah, entah itu kakek dan  nenek, kakak, apalagi Ayah dan Bundanya. Bentuk dari sosialisasi bayi kepada orang-orang tersebut biasanya meminta tolong saat kesulitan,  atau memberi pelukan dan ciuman kepada orang yang dikenalnya dengan akrab.

Berat dan Tinggi Badan Rata-Rata Anak 18 Bulan

Jika, Bunda rajin untuk menghitung berapa tinggi serta bobot pada bayinya, pasti akan lebih mudah untuk mengetahui pertumbuhan bayinya. Bayi  yang telah menginjak usia 18 bulan ini memang tidak banyak memiliki perubahan pada tubuhnya baik itu tinggi atau pun berat badannya. Karena usia 18 bulan termasuk usia stabil Bun, di mana bayi pada umumnya akan memiliki berat rata-rata sekitar 11 kg untuk bayi perempuan, sedangkan untuk laki-laki rata-ratanya mencapai 11,5 hingga 12 kg. Untuk tinggi badan dari bayi perempuan rata-rata mencapai 80 cm, sedangkan untuk anak laki-laki biasanya tidak berbeda jauh yaitu sekitar 82 cm saja.

Kesehatan Bayi Normal Usia 18 Bulan

Usia 18 bulan bayi sudah harus diberi vaksin DTP (Difteri, Tetanus, Pertusis) dengan dosis ke-4. Hal ini sesuai dengan rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) loh Bun. Bayi di usia ini memang biasanya rentan akan penyakit pilek serta infeksi dan gangguan saluran pernapasan atas,  infeksi pada bagian dalam telinga, dan juga gangguan pada pencernaannya. Untuk itu, sebaiknya Bunda memilih tindakan pencegehan sebelum melakukan pengobatan. Apa saja tindakan pencegahan agar bayi Bunda tidak terserang penyakit tersebut, dan bisa tetap tumbuh dengan normal?

Bisa Bunda lihat di bawah ini :

  • ASI merupakan gizi yang paling lengkap untuk bayi. Dimana di dalamnya juga terdapat zat-zat yang dapat menambah kekebalan tubuh atau sistem imun bayi. Jadi, Bunda bisa memberi ASI pada bayi Bunda hingga mencapai 2 tahun.
  • Beri imunisasi dengan rutin dan teratur.
  • Hindarkan bayi Bunda dari zat-zat berbahaya seperti asap rokok, orang yang sakit yang bisa menular (flu), dan juga polusi udara.
  • Ajari bayi bunda untuk bisa mencuci tangan sendiri sebelum makan atau sesudah bermain.

Bunda juga jangan asal memberikan suplemen atau vitamin bebas kepada bayi. Tubuh bayi dan orang dewasa tentunya berbeda. Tubuh bayi mungkin saja belum bisa menerima zat-zat baru yang masuk dan bisa beresiko terhadap kesehatannya. Tetap  konsultasi dengan dokter spesialis anak tentang suplemen atau multivitamin yang cocok untuk bayi Bunda agar kesehatan tubuhnya tetap normal di usia 18 bulan tersebut.

Nutrisi Bayi Normal Di Usia 18 Bulan

Bunda sudah bisa memberikan makanan padat dan jenis makanan lainnya pada dede’ bayi yang berusia 18 bulan ini. Namun, Bunda tetap harus mengimbangi dengan ASI hingga bayinya mencapai 2 tahun. Walaupun anak Bunda di usia ini sudah bisa mengkonsumsi jenis makanan padat, akan tetapi Bunda tetap harus bisa menjaga nutrisi dan gizi yang ada di dalam makanan tersebut. Biasakan anak Bunda untuk mengkonsumsi makanan sehat sejak dini.

Untuk porsi makanan sendiri, Bunda bisa memberi bayinya makan besar sebanyak 3 kali sehari. Jika dede’ bayi sudah mengenal snack atau cemilan, maka Bunda bisa memberikannya 2 sampai 3 kali saja setiap harinya. Tetap berikan jadwal makan pada bayinya ya Bun, agar pertumbuhannya pun bisa tetap normal sesuai dengan  tinggi dan berat badan yang ideal.

Bunda sebaiknya tidak memberikan bayinya susu rendah lemak. Soalnya usia 18 bulan ini bayi sangat membutuhkan lemak tersebut untuk pertumbuhannya, apalagi jika sudah aktif bergerak kesana-kemari. Bunda juga sebaiknya menjauhkan makanan dengan rasa manis yang tinggi seperti coklat,  soda, atau jus apalagi menjelang waktu makannya. Karena, hal tersebut bisa membuat bayi kekenyangan terlebih dahulu sebelum menyantap makanan yang sebenarnya.