Cara Mengatasi Anak yang Pertumbuhannya Lambat

dr. Dyah Pusmala, SpA, M.Kes

Fase pertumbuhan anak adalah masa-masa dimana para orangtua mengalami momen yang sangat bahagia dan juga khawatir. Bagaimana tidak, fase tumbuh kembang anak yang sangat penting sebagai modal untuk menyongsong kehidupannya kelak kadang terlambat atau pertumbuhan anak tidak sesuai dengan usianya.

Pada anak, fase emas dalam pertumbuhannya adalah 1 sampai 5 tahun, dimana ia akan mengalami perkembangan dengan sangat pesat. Namun tidak sedikit pula anak yang mengalami pertumbuhan dengan lambat. Nah, hal tersebutlah yang tentu menimbulkan kekhawatiran bagi setiap orangtua.

Apa sih yang menyebabkan pertumbuhan anak lambat? Umumnya memang ada banyak faktor yang bisa menghambat pertumbuhan anak, tapi umumnya ada 6 penyebab yang paling sering membuat anak mengalami keterlambatan dalam pertumbuhannya, antara lain:

  • Tidak mendapatkan asupan makanan yang cukup
  • Tidak mendapatkan asupan yang bergizi dan berprotein
  • Kurang mendapatkan ASI
  • Kurang Berolahraga
  • Tidak mendapatkan waktu tidur yang ideal
  • Sering terserang penyakit.

Ya, itulah penyebab yang paling sering menghambat tumbuh kembang anak, yang bahkan bisa disebabkan sejak ia masih berada di dalam kandungan. Lantas bagaimana cara mengatasi anak yang pertumbuhannya lambat? Pastinya itu menjadi pertanyaan Bunda kan?

Mengatasi Anak yang Pertumbuhannya Lambat

Tidak sulit kok Bun mengatasinya, hanya saja sebagai orangtua kita memang dituntut untuk punya kesabaran yang tinggi kala menghadapi si kecil. Nah, apa yang Bunda harus lakukan saat pertumbuhan si kecil berjalan lambat?

Penuhi Asupan Nutrisinya

Seperti yang kita lihat di atas, salah satu penyebab pertumbuhan si kecil terlambat adalah kurangnya asupan yang bernutrisi. Nah, untuk mengatasinya maka kita tentu harus memberikan nutrisi dan gizi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan anak. Nutrisi berperan sangat penting dalam fase pertumbuhan fisik si kecil dan juga termasuk fungsi otaknya.

Berikan Stimulasi

Stimulasi dalam artian mengajarkan dan mengajak anak untuk terlibat dalam suatu hal juga menjadi cara terbaik untuk mengatasi anak yang pertumbuhannya lambat. Yang terpenting adalah saat kita menstimulasi si kecil kita dapat membangun suasana yang menyenangkan. Misalnya kita tidak boleh jadi emosi saat si kecil selalu menolak makanan, tapi kita harus memberikannya pengertian atau dengan berkreasi pada makanan si kecil agar saat makan bukan menjadi momen yang menakutkan saat makan.

Stimulasi yang paling penting adalah untuk membantu anak menangkap dan memahami dengan baik apa yang Bunda berikan padanya. Jika kita marah maka hal tersebutlah yang justru menjadi stimulasi yang kita berikan, alhasil anak pun cenderung jadi pemarah. Ingat Bunda, anak itu ibarat kertas putih jika kita mengisinya dengan tinta merah maka ia pun akan tumbuh menjadi seperti itu.

Bagaimana Bun? Tidak sulit kan? Ya memang tidak semudah yang kita bayangkan, bahkan kita sendiri kadang bingung untuk mengatasi pertumbuhan anak yang terlambat khususnya dalam beberapa kasus tertentu.

Tenang Bunda, tidak perlu panik apalagi sampai stres ketika pertumbuhan si kecil tidak berjalan sesuai dengan usianya atau saat ia mengalami keterlambatan dalam kasus-kasus tertentu. Karena kita akan membahas bersama bagaimana mengatasinya.

Terlambat Bicara

Salah satu masalah yang banyak terjadi dalam fase pertumbuhan anak adalah terlambat bicara atau yang juga dikenal dengan istilah speech delay. Gangguan ini pastinya cukup meresahkan Bunda kan? Bagaimana cara mengatasinya? Dalam kasus seperti ini, kita bisa melakukan beberapa hal, antara lain:

  • Mengajak si kecil membaca bersama lewat majalah khusus anak atau sebuah buku cerita yang bergambar
  • Ajak si kecil berbicara dengan bahasa yang sederhana
  • Ajarkan si kecil untuk mengucapkan kata yang tepat dan jangan lupa untuk memberikannya pujian saat ia bisa mengucapkannya dengan benar
  • Jangan memberikan tekanan pada anak untuk berbicara

Terlambat Berjalan

Masalah ini juga cukup sering terjadi pada anak, dimana idealnya anak sudah bisa berjalan di usia 8 hingga 18 bulan. Tapi beberapa anak belum mampu berjalan di saat usianya sudah lebih dari 18 bulan. Dalam kondisi seperti ini maka kita memang perlu khawatir, tapi tenang masih ada cara yang bisa bunda lakukan untuk membantunya berjalan. Apa saja Bun? Tentu dengan melatih kemampuan anak untuk berjalan, mulai dari memberikan stimulasi pada bagian kakinya hingga terus mendampinginya saat berjalan. Memang ini membutuhkan kesabaran yang ekstra tapi cara ini adalah cara terbaik untuk memberikan stimulasi agar anak dapat berjalan.

Autisme

Gangguan ini pastinya menjadi gangguan yang sangat ditakuti oleh setiap Ibu, tapi seperti yang kita tahu di luar sana tidak sedikit anak yang mengalami autism. Masalah ini adalah salah satu kasus keterlambatan pertumbuhan, dimana penderita mengalami kesulitan berkomunikasi maupun bersosialisasi dengan orang lain termasuk pula gangguan dalam imajinasinya.

Tapi untuk Bunda yang mengalami kasus seperti ini, tidak perlu berkecil hati. Meski membutuhkan waktu dan kesabaran yang tidak sedikit mengatasi anak autism bukan tidak mungkin Bunda lakukan. Nah, cara terbaik adalah dengan memberikan terapi pada si kecil dengan di bantu oleh tenaga ahli antara lain:

  • Melakukan pendekatan pada si kecil dengan hangat, bahagia dan nyaman
  • Mengajarkan keterampilan yang ia perlukan dalam lingkungannya
  • Terapi integrasi sensori

Selain meminta bantuan dari tenaga profesional, Bunda juga bisa melakukan terapi pendukung, seperti memberikan visualisasi pada anak untuk membantunya berkomunikasi mulai dari menyampaikan apa yang ia inginkan atau membantunya memahami sesuatu. Selain itu Bunda juga bisa mengajaknya berolahraga yang menyenangkan seperti berenang, bersepeda atau bermain sepatu roda. Nah, yang paling penting adalah saat bersamanya berikan sentuhan hangat Bunda dan tatapan mata yang penuh kasih sayang.

Nah, sekian dulu informasinya ya Bun, semoga bermanfaat :)