Begini Cara Mengatasi Anak Tidak Suka Makan Ikan

dr. Dyah Pusmala, SpA, M.Kes

Anak Bunda suka tidak makan ikan? Kalau tidak suka, ajarin ya Bun. Kebanyakan anak kecil sekarang ini memang suka milih-milih makanannya. Jika di meja makan sudah ada ayam, makanan yang lain seperti ikan pasti tidak dihiraukan lagi. Padahal ikan juga kan enak ya Bun. Kira-kira apa yang menyebabkan anak kurang suka dengan ikan?

Bunda sebagai ibu rumah tangga yang menyiapkan segala kebutuhan anak harus bisa menyiasati hal tersebut. Bunda bisa membuat olahan makanan ikan ini menjadi lebih menarik. Sehingga membuat anak tertarik untuk mencobanya.

Mengatasi Anak Tidak Suka Makan Ikan

Kenapa anak harus mengkonsumsi ikan?

Mengkonsumsi ikan penting untuk anak-anak loh Bun. Alasannya bisa Bunda lihat di bawah ini:

  • Di dalam daging ikan ini berisi kandungan zat besi, kalsium, protein, serta asam lemak omega 3. Omega 3 inilah yang merupakan nutrisi yang baik untuk meningkatkan kinerja otak anak. Jumlah asam lemak omega 3 di dalam daging ikan lebih banyak dibanding daging-daging lainnya.
  • Ikan yang memiliki kandungan protein ini kadarnya bisa lebih cepat untuk diserap oleh tubuh. Ini tentunya bisa membantu tumbuh kembang anak agar optimal. Tekstur dari daging ikan ini pun lebih lunak, di bandingkan daging lainnya. Sehingga, anak bisa dengan mudah untuk mencernanya. Apalagi untuk anak yang jumlah giginya masih sedikit.
  • Ikan memiliki kandungan gizi yang kompleks dengan asam lemak esensial yang baik untuk pertumbuhan anak juga.

Kapan anak bisa diberi konsumsi ikan?

Berdasarkan beberapa penuturan dari dokter, anak yang memiliki usia di atas 8 bulan sudah bisa mengkonsumsi daging ikan, tapi dibuat halus ya Bun. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memberi anak ikan untuk dikonsumsinya sebagai berikut :

  • Anak memiliki riwayat alergi, karena terkadang beberapa ikan memang bisa menimbulkan alergi pada anak, apalagi anak yang masih berusia di bawah 1 tahunan. Ikan laut merupakan jenis-jenis ikan yang bisa berpotensi menimbulkan alergi terhadap anak.
  • Bunda harus memiliki ikan yang tidak banyak duri, dan juga tektur daging yang merah dan lunak. Ikan yang banyak duri inilah yang membuat anak-anak biasa malas mengkonsumsinya, orang tua pun bakalan malas jika melihat ikan dengan banyak durinya. Untuk itu jenis ikan yang baik untuk anak seperti tuna, salmon, makarel, atau kakap dengan duri yang sedikit, tapi kandungan nutrisinya yang banyak.

Mengatasi anak tidak suka makan ikan

Bagaimana jika anak-anaknya Bunda tidak suka makan ikan? Memperkenalkan olahan makanan yang baru pada anak memang cukup sulitlah Bun. Apalagi jika memang rasa dan juga tampilan dari makanan tersebut membosankan.

·        Ajarkan secara bertahap

Bunda bisa mulai memperkenalkan makanan dengan olahan ikan sejak anak masih kecil. Usia kecil ini adalah usia saat anak masih belum tahu memilih-milih makanan sehingga tidak ada protes, semua makanan diembat saja. Hanya saja jika usia anak Bunda memang masih cukup kecil, maka Bunda perlu memperhatikan point pembahasan sebelumnya di atas mengenai kapan anak bisa diberi ikan. Sebagai tahap perkenalan Bunda bisa memberikan konsumsi ikan dengan takaran 20 gr, dengan keadaan yang benar-benar matang. Jika usianya sudah mencapai di atas 1 tahunan, maka Bunda bisa memberinya lebih dari 50 gr.

·        Cara bunda mengolah ikan

Mengolah ikan memang tidak asal-asalan juga ya Bun. Jangan sampai Bunda masih meninggalkan bau amis atau di dalam dagingnya masih terdapat darah ikan. Untuk itu, Bunda harus tahu bagaimana cara mengolah ikan yang baik agar tidak meninggalkan bau amis dari ikan tersebut. Bunda bisa mencampurkan beberapa bumbu agar bau amis ikan tertutupi. Tapi, agar lebih mantap sebelum Bunda mulai mengolah ikannya, sebaiknya diberikan dulu perasan jeruk nipis dan dibiarkan selama 15 menit sebelum diolah. Ini dapat membuat bau amis dari ikan menghilang.

·        Cara penyajian ikan

Jika Bunda sudah tahu cara mengolah ikan agar tidak berbau amis, maka saatnya Bunda berkreasi. Ini bertujuan agar penyajian dari ikan tersebut dapat menggugah selera dari anak-anak Bunda. Bunda bisa mengolah ikan tersebut hingga tidak memiliki bentuk ikan. Pempek, siomai, bakso, juga bisa Bunda buat sebagai bahan dasar olahan dari ikan tersebut. Dengan cara ini pasti anak doyan makan ikan. Apalagi jika ada cocolannya seperti saut tomat, atau kecap, ini akan lebih maknyus lagi.

·        Takaran penyajian

Untuk yang satu ini sangat perlu juga Bunda perhatikan. Hal yang terlalu sering pasti akan membuat bosan, walaupun itu merupakan kesukaan. Untuk itu Bunda, bisa memberikan takaran atau frekuensi penyajian ikan ini kepada anak. Berikan anak 2 kali sehari saja dengan berbagai bentuk olahan ikan yang berbeda-beda agar anak tidak cepat bosan. Ikan biasanya hanya disajikan saat makan besar saja. Tapi, jika Bunda memang memiliki ide kreatif untuk mengolah ikan, maka Bunda bisa menyajikan olahan ikan sebagai cemilan di waktu senggang keluarga. Sehingga anak-anak dapat menikmati ikan setiap waktu.

Anak yang tidak suka akan sesuatu baik itu makanan atau pun benda, biasanya karena tampilannya atau anak sudah bosan. Maka dari itu Bunda harus bisa lebih kreatif saat memberi anak sesuatu, apalagi jika itu berhubungan dengan tumbuh kembangnya seperti makanan ikan ini. Karena, memang ikan termasuk makanan yang banyak mengandung gizi dan nutrisi baik untuk tumbuh kembang anak. Bunda tahukan, kalau minyak ikan yang saat ini telah dijual dalam bentuk suplemen atau multivitamin untuk mencerdaskan otak anak. Jadi, sebaiknya mulailah sejak dini untuk mengajarkan anak Bunda untuk suka dengan ikan ya Bun :)