Segera Lakukan Ini Ketika Anak Muntah-Muntah

dr. Dyah Pusmala, SpA, M.Kes

Pastinya momen bermain bersama anak adalah momen-momen yang tidak akan pernah bisa dilupakan oleh para orangtua. Pasalnya di momen inilah semua hal dari si kecil terasa begitu indah, mulai dari candatawanya, perilakunya sampai sikap manjanya yang tidak akan pernah kembali dirasakan.

Momen tersebutlah yang membuat kita para orangtua jadi sedih saat si kecil mengalami gangguan. Bunda sendiri pasti merasakan itu bukan? Siapa sih yang bahagia melihat si kecil yang menggemaskan tiba-tiba terkulai lemas tak berdaya.

Orangtua memang punya naluri yang luar biasa kala si kecil sedang mengalami masalah, tapi tidak sedikit pula para orangtua dilanda kepanikan apalagi saat si kecil muntah-muntah. Tapi tenang dulu Bun, saat anak muntah pastinya membuat kita jadi khawatir tapi sebenarnya muntah yang dialami si kecil bukanlah sebuah penyakit. Lantas apa sebenarnya muntah itu? Apa penyebab si kecil muntah-muntah?

Lakukan Ini Ketika Anak Muntah-Muntah

Bunda, muntah sebenarnya adalah sebuah gejala berupa keluarnya isi perut berupa cairan yang bercampur dengan makanan yang berada di dalam lambung dan juga usus melalui bagian tenggorokan yang kemudian keluar dari mulut. Muntah merupakan gerak refleks dari dalam tubuh sebagai pelindungan racun atau benda aneh yang tidak sengaja tertelan. Ya, muntah bukan sebuah penyakit melainkan sebuah gejala yang bisa dikatakan cukup alami terjadi.

Sudah tenang sekarang Bun? Eits tunggu dulu, ketika anak muntah memang bisa dikatakan itu sebagai gerak refleks tubuh untuk mengeluarkan racun atau benda asing yang tanpa sengaja ia telan. Biasanya ini terjadi hanya sesekali atau anak muntah-muntah tidak lebih dari dua hari. Tapi hal tersebut adalah gejala yang normal, namun ada pula muntah abnormal yang menjadi gejala dari penyakit berbahaya.

Apa penyebab anak muntah-muntah? Sebenarnya ada banyak faktor yang dapat menyebabkan anak muntah antara lain:

  • Infeksi virus pada pencernaan
  • Alergi pada pencernaan
  • Obstruksi usus atau penyumbatan pada saluran cerna
  • Terlalu banyak makan
  • Peradangan pada selaput perut atau peritonitis
  • Gangguan di dinding usus
  • Peradangan kandung empedu
  • Peradangan pancreas
  • usus buntu
  • hepatitis
  • Keracunan makanan
  • Gangguan pada sistem sensorik dan otak
  • Gangguan metabolisme
  • Reaksi obat
  • Infeksi saluran kemih
  • Meningitis
  • Infeksi telinga

Seperti yang telah kita lihat bersama di atas, ada banyak faktor yang bisa menyebabkan si kecil muntah-muntah. Namun umumnya kondisi tertentu tidak terjadi hingga berhari-hari, bahkan kadang si kecil muntah hanya satu kali. Tapi bagaimana jadinya jika si kecil muntah secara terus menerus? Disinilah kita patut khawatir. Apa yang harus Bunda lakukan?

Nah, Bun segera lakukan ini ketika anak muntah-muntah.

Jaga Agar Si Kecil Tetap Terhidrasi

Sangat penting agar menjaga si kecil untuk tetap terhidrasi. Muntah-muntah sama seperti diare yang mana kadang disepelekan, padahal ternyata bisa berakibat fatal Muntah-muntah pada anak bisa menyebabkan tubuhnya mengalami dehidrasi sehingga bisa berakibat fatal bagi si kecil.

Nah, untuk itu saat si kecil muntah-muntah usahakan agar Bunda selalu memberikan cairan berupa air putih yang sesuai kebutuhannya atau memberikannya sup kaldu. Mungkin saat ia muntah Bunda akan cukup kesulitan untuk memberikannya makan dan minum, tenang jangan panik apalagi sampai emosi. Jika ia memang sering menolak, Bunda bisa memberikannya secara perlahan dengan jeda waktu antara 15, 20 atau 30 menit sekali yang tentunya dengan penuh kasih sayang.

Berikan Cairan Oralit

Memberikannya cairan oralit juga sangat baik untuk Bunda lakukan. Oralit merupakan cairan yang mengandung gula dan mineral yang penting untuk mengganti unsur-unsur tubuh si kecil yang hilang saat muntah. Oralit bisa Bunda dapatkan di apotek terdekat atau memberikan campuran gula dan garam sebagai pengganti oralit. Tapi pastikan lebih dulu takaran yang sesuai dengan usia si kecil.

Jangan Sembarangan Beri Obat

Saat sakit maka tubuh membutuhkan obat, tapi dalam kasus ini Bun kita tidak boleh sembarangan memilih obat, apapun itu khususnya tanpa saran dan anjuran dari dokter. Hindari pula memberikan obat berupa aspirin yang berfungsi mengobati infeksi virus. Memang obat ini tergolong ampuh tapi pemberian aspirin pada anak dapat berisiko sindrom reye yang merupakan penyakit mengerikan karena dapat menyebabkan kerusakan hati, pembengkakan pada otak yang berujung kematian. Sindrom reye sendiri memang tergolong langka dan tidak banyak terjadi pada anak, tapi sindrom ini adalah salah satu penyakit mematikan yang umumnya terjadi pada anak yang berusia 6 sampai 12 tahun.

Tahu Kapan Harus Ke Dokter

Pada saat si kecil sakit, tidak dapat dipungkiri jika ada hal-hal yang kadang tidak bisa kita kendalikan, khususnya saat muntah pada anak makin parah. Sangat penting agar Bunda tahu saat yang tepat untuk membawa si kecil berobat ke dokter, karena jika muntah yang diiringi dengan beberapa tanda di bawah ini maka si kecil mengalami gangguan kesehatan yang serius. Apa saja tandanya?

  • Muntah berwarna kehijauan
  • Muntah yang diikuti bercak darah
  • Sakit perut yang hebat
  • Kelelahan
  • Sakit di bagian kanan atas perut
  • Demam, sakit kepala dan rasa kaku di leher
  • Telinga terasa sakit yang diikuti dengan keluarnya cairan
  • Muntah terus menerus

Jika si kecil mengalami tanda seperti itu segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis secepat dan sedini mungkin agar penyakit yang ia derita tidak bertambah parah.

Nah, Bunda sekian dulu ya semoga bermanfaat :)