Ini Jenis-Jenis Demam Pada Anak Yang Perlu Bunda Ketahui

dr. Dyah Pusmala, SpA, M.Kes

Apakah anak Bunda pernah mengalami demam? Saat demam apa saja yang anak Bunda rasakan atau  penyakit apa saja yang bermunculan? Tahukah Bunda kalau demam itu bukanlah sebuah penyakit, melainkan hanyalah  sebuah gejala atau tanda. Ya, ini adalah salah satu dari bentuk bagaimana sistem kekebalan tubuh bekerja untuk melawan penyakit atau infeksi yang menyerang tubuh. Seorang anak dikatakan menderita demam ketika suhu tubuhnya meningkat dan mencapai 37,5 derajat celcius atau mungkin saja bisa lebih.

Jika Bunda mendeteksi demam anak hanya dengan memegang kepala atau badannya saja, itu tidak terlalu efektif. Cara yang paling efektif yang harus Bunda lakukan adalah dengan menggunakan thermometer. Inilah pentingnya  peralatan medis sederhana dipersiapkan pada keluarga, untuk mengantisipasi hal ini Bun. Menggunakan tangan untuk mendeteksi suhu tubuh anak bisa saja Bunda lakukan kalau tidak memiliki thermometer. Tapi, jika memang anak terlihat lesu saat kondisi tubuhnya juga mengalami panas, maka segera saja bawa ke dokter.

Jenis-Jenis Demam Pada Anak

Bagaimana demam bisa terjadi pada anak

Demam merupakan suatu kondisi yang memang sering dialami oleh anak-anak pada umumnya. Beberapa penyebab dari demam tersebut biasanya tidak terlalu beresiko tinggi. Karena, beberapa anak juga biasanya akan sembuh sendiri ketika mengalami demam tersebut. Tapi, ada juga yang cukup beresiko hingga bisa membahayakan nyawa dari anak-anak seperti demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypt, dan masih banyak lagi demam yang akan kami bahas selengkapnya di bawah.

Demam yang dialami pada anak itu sebenarnya memiliki manfaat tersendiri loh Bun. Karena, semakin meningkatnya suhu tubuh anak, ini berarti sistem kekebalan tubuh anak juga memproduksi antibody dengan cepat dalam jumlah yang banyak dalam memerangi penyebab dari demam tersebut. Suhu tubuh yang tinggi ini juga akan mempengaruhi perkembangan dari bakteri serta virus yang menjadi penyebab demam tersebut.

Usia anak yang berada di bawah 5 tahun adalah usia yang cukup rentan terserang demam, dibandingkan anak yang berusia lebih tua. Semua itu tentunya kembali lagi pada sistem kekebalan tubuh anak yang memang masih belum cukup kuat menanggulangi serangan bakteri atau virus yang masuk. Untuk itu Bunda perlu memberikan asupan nutrisi yang baik pada anak, agar sistem kekebalan tubuh anak bisa meningkat.

Jenis-Jenis Demam Pada Anak

Demam bisa terjadi karena adanya pengaruh dari infeksi virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Bunda bisa memberi pertolongan pertama pada anaknya yang terkena demam dengan  pemberian obat penurun  panas, atau memberi kompres pada kepala anak. Jika, demam pada anak memang bersifat tidak terlalu berbahaya, maka pemberian obat penurun panas tersebut bisa saja bekerja. Namun, ada juga beberapa jenis demam lainnya yang memang harus melalui penanganan dokter atau ahli medis lainnya. Untuk itu Bunda perlu mengetahui apa saja jenis-jenis demam yang bisa dialami oleh anak-anak. Nah, di bawah ini kami memiliki data tentang beberapa jenis demam yang bisa diderita oleh anak-anak.

  • Demam septik atau hektik

Jika suhu tubuh anak Bunda mengalami peningkatan saat malam hari, namun ketika menjelang pagi hari suhu tubuhnya kembali normal lagi, maka ini bisa dikategorikan sebagai  jenis demam septic atau hektik. Contoh demam seperti ini biasa juga dikenal dengan naman tifoid. Demam ini biasanya terjadi karena pola hidup yang kurang bersih. Gejala-gejala yang ditimbulkan pada demam ini berupa sakit kepala pada bagian  depan, merasakan nyeri pada otot-otot, muncul bercak kotor pada lidah, dan juga  anak akan mengalami gangguan pada perutnya. Demam ini akan memerlukan masa inkubasi yang cukup lama yaitu sekitar satu minggu (7 hari) hingga 3 minggu (21 hari) ke depannya.

  • Demam remiten

Suhu tubuh yang mengalami penurunan setiap  harinya, dan sulit lagi untuk kembali pada suhu normalnya termasuk dalam jenis demam remiten ini. Jenis demam yang juga sering dialami oleh anak-anak ini pada awalnya masih belum bisa ditemukan penyebabnya karena penyakit atau karena infeksi. Dibutuhkan waktu 3 hari untuk melakukan diagnose terhadap penyakit yang menyebabkan demam  tersebut. Penyakit-penyakit yang ditimbulkan dari gejala demama remiten ini biasanya berupa gangguan pada saluran pernapasan anak seperti flu dan batuk, anak mengalami nyeri  pada telinga, suara  anak menjadi serak dan juga sakit pada pangkal tenggorakan, peradangan pada bagian rongga mulut. Dan, yang paling  sering  terjadi adalah pasca imunisasi anak.

  • Demam intermiten

Untuk jenis demam yang satu ini contoh yang paling mudah membedakannya adalah malaria. Di mana penderitanya mengalami demam yang hanya berlangsung beberapa jam saja dan kembali normal kurang dari sehari saja. Contoh lainnya adalah limfoma yang  merupakan gangguan pada kelenjar getah bening, dan endokarditis yang terjadi karena adanya peradangan pada bagian otot jantung.

  • Demam Kontinyu

Jenis demam yang satu ini jika dialami oleh anak, maka gejalanya adalah suhu tubuh anak akan selalu berubah-ubah, dan kadang bervariasi. Demam ini biasanya terjadi jika anak menderita  malaria falciparum malignan atau tipe malaria yang biasa diderita untuk yang tinggal di daerah endemis.

  • Demam Siklik

Untuk jenis demam yang satu ini biasanya suhu tubuh anak akan  mengalami peningkatkan selama beberapa hari ke depan, lalu selanjutnya akan kembali ke normal lagi. Dan, setelah itu beberapa hari selanjutnya akan kembali meningkat lagi. Jika melihat ciri-ciri dari demam tersebut tentunya yang paling berhubungan adalah demam berdarah dengue (DBD). Selain itu ada juga penyakit lain yang menyebabkan demam tersebut seperti demam kuning, cikungunya, dan juga leptospirosis.

Itulah beberapa jenis demam pada anak yang perlu Bunda ketahui. Dengan mengetahui jenis demam tersebut, tentunya Bunda akan lebih mudah dalam mendiagnosa sendiri jenis penyakit yang diderita oleh anaknya, dengan gejala-gejala demam yang ditimbulkan tersebut. Tapi, yang terpenting Bunda tetap menjaga kesehatan anak-anaknya agar tidak mengalami salah satu dari jenis demam di atas ya.