Hal-Hal yang Bisa Menghambat Perkembangan Fisik Anak

dr. Dyah Pusmala, SpA, M.Kes

Adalah impian setiap orangtua agar buah hatinya dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal. Mulai dari perkembangan sistem dan organ-organ di dalam tubuhnya hingga perkembangan fisiknya. Karena tentu saja semua hal tersebut akan sangat menunjang perkembangan dan pertumbuhan anak di masa depan.

Bunda tentunya sangat bahagia bukan jika si dede kecil dapat tumbuh dengan maksimal? Tapi selain pertumbuhan sistem di dalam tubuhnya dan juga organ-organnya perkembangan fisik pun tidak kalah penting lho Bun. Bahkan bisa dikatakan jika perkembangan fisik anak akan menjadi faktor yang mempengaruhi masa depannya.

Menurut seorang pakar anak, perkembangan fisik anak umumnya mencakup beberapa aspek, apa saja?

  • Perkembangan sistem saraf yang meliputi perkembangan kecerdasan dan juga emosi anak
  • Perkembangan otot yang meliputi kekuatan dan kemampuan motoriknya
  • Perkembangan endokrin yang akan mendukung pola tingkah laku anak
  • Perkembangan struktur tubuh seperti tinggi badan, berat badan dan juga proporsi tubuh

Hal yang Bisa Menghambat Perkembangan Fisik Anak

Dalam fase perkembangan sarafnya, anak umumnya akan melakukan aktivitas yang jauh lebih kompleks dari sebelumnya. Ya, Bunda di fase ini si kecil tidak lagi hanya menangis  tapi seiring dengan waktu keterampilan motoriknya juga mulai berkembang. Nah, disini Bunda wajib untuk memperhatikan si kecil dengan baik karena bisa saja tindakannya justru membahayakan dirinya sendiri.

Secara normal perkembangan motorik anak terdiri dari dua fase. Pertama perkembangan keterampilan motorik kasar yang meliputi perkembangan otot-otot besar seperti pada otot kaki dan lengannya. Di tahap ini si kecil biasanya sudah mulai berjalan, berlari, koordinasi antara tubuh dan saraf, keseimbangan tubuh hingga kualitas gerakannya. Sedangkan perkembangan yang kedua adalah perkembangan keterampilan motorik halus yang meliputi perkembangan keterampilan otot-otot yang lebih kecil seperti otot mata, otot-otot di daerah wajahnya dan otot-otot jari tangan dan kakinya. Di tahap ini perkembangan fisik anak cenderung lebih rumit yaitu memegang benda, melempar, menangkap, menulis atau menggambar.

Bunda, perkembangan fisik si kecil itu berjalan dari urutan yang paling besar ke urutan yang lebih kecil. Dimulai dari perkembangan ototnya yang besar seperti otot kaki dan tangan yang kemudian baru diikuti dengan otot-otot yang lebih kecil. Tidak hanya itu saja Bun, selain bagian otot besar, otot-otot yang berada di dalam tubuhnya juga akan berkembang lebih dulu sebelum otot-otot di bagian luar. Fase ini juga akan terjadi pada tahap pertumbuhan fisik si kecil, dalam artian ukurannya. Pertumbuhan berjalan dari bagian atas tubuh kemudian perlahan mulai menurun ke bagian bawah tubuh hingga bagian jari kakinya. Inilah kenapa dalam tahap perkembangan fisik anak, dia lebih dulu akan belajar untuk menopang kepalanya yang kemudian mulai bertahap pada bagian tubuh, paha hingga kakinya.

Tapi (bukannya ingin membuat khawatir ya Bun) fase tersebut adalah fase perkembangan fisik yang normal. Pasalnya ternyata sampai sekarang ini masih ada beberapa balita yang mengalami keterlambatan pada fase perkembangan fisiknya.

Hasil penelitian menunjukkan jika ternyata hanya sekitar 3 persen saja balita yang mengalami perkembangan fisik tepat waktu, bahkan sekitar 20 persen lebih balita dari seluruh penjuru dunia justru mengalami perkembangan fisik yang terlambat atau bahkan abnormal. Yang mana biasanya ditandai dengan beberapa aktivitas fisik yang terlambat seperti:

  • Belum dapat berguling sendiri saat sudah berusia 6 bulan
  • Belum dapat duduk sendiri saat ia berusia 8 bulan (tanpa di bantu ya)
  • Belum dapat merangkak saat usianya memasuki 12 bulan
  • Belum bisa berjalan hingga usianya 15 bulan

Hasil penelitian tersebut pastinya membuat kita sebagai orangtua jadi bertanya-tanya, apa sih yang bisa menghambat perkembangan fisik si kecil? Nah, Bunda ternyata inilah hal-hal yang bisa menghambat perkembangan fisik anak.

Kurangnya Rangsangan

Jangan salah Bun, keterlambatan perkembangan fisik anak bisa dipengaruhi oleh kurangnya rangsangan yang diberikan dari orangtua. Misalnya kurangnya waktu bermain dengan mainannya atau bahkan kurangnya waktu untuk bersosialisasi secara verbal dengan sesama anak atau orang dewasa.

Pola Asuh yang Protektif

Sebagai orangtua kita tentu tidak mau anak kita berada dalam bahaya. Hal tersebut tentunya wajar Bunda, tapi bersikap terlalu overprotektif juga tidak baik bahkan ternyata sikap tersebut menjadi salah satu hal yang bisa menghambat perkembangan fisik anak. Mulai dari tidak membiarkannya bebas bergerak bahkan lebih sering menggendong. Nah, untuk itu sebaiknya jangan batasi pergerakan si kecil tapi selama itu tidak membahayakan untuknya.

Tapi selain faktor tersebut keterlambatan perkembangan fisik anak juga bisa disebabkan oleh kelainan secara fisik, antara lain:

  1. Encephalopathy yang merupakan gangguan yang terjadi sebelum lahir
  2. Encephalopathy progresif yang mana merupakan kelainan pada metabolik berupa sindrom rett, sindrom neurocutaneous atau penyakit hydrocephalus
  3. Kelahiran prematur
  4. Gangguan berupa kelainan pada kromosom
  5. Gangguan pada otak yang juga bisa terjadi sejak masih berada di dalam kandungan
  6. Infeksi

Jika faktor penyebabnya adalah kelainan fisik seperti di atas maka sangat penting agar Bunda secepat mungkin untuk memeriksakan kondisi si kecil ke dokter agar ia bisa mendapatkan penanganan medis dengan cepat dan baik.

Bunda, penting untuk dipahami jika perkembangan fisik anak harus benar-benar diperhatikan, pasalnya saat perkembangan fisik anak terlambat maka secara alami perkembangan motorik lainnya seperti visual atau bahkan komunikasinya akan ikut terlambat. Untuk itu penting bagi kita agar memberikan waktu yang luang bagi si kecil untuk menemaninya berjalan bebas sesuai dengan keinginannya karena hal tersebut berperan baik dalam mendukung perkembangan fisiknya.