Ini Fakta Ajaib Tentang Yoghurt Yang Belum Anda Tahu

dr. Dyah Pusmala, SpA, M.Kes

“Sudahkah Anda minum Yoghurt hari ini?” Ini adalah salah satu kalimat pada sebuah iklan produk yoghurt yang Bunda pasti sudah pernah mendengarnya. Yoghurt ini merupakan hasil dari olahan fermentasi susu, yang dipercaya memiliki kandungan gizi yang lebih baik dari susu. Mungkin Bunda sendiri selalu memiliki stok yoghurt di rumah ya.

Perlu Bunda ketahui bahwa, yoghurt ini memiliki kandungan protein yang banyak. Yoghurt asli yang belum diolah sama sekali memiliki tekstur yang lebih kental dari susu, dan memiliki rasa yang asam layaknya susu basi. Tekstur dan rasa yang terbentuk pada yoghurt ini karena hasil fermentasi dari susu. Rasa tersebut bagi sebagian orang pasti akan terasa aneh. Akan tetapi,  tidak sedikit pula yang menyukai rasa dari susu fermentasi ini.

Apakah Bunda sudah memberikan yoghurt untuk dikonsumsi keluarga?

Beberapa orang memang masih ragu atau khawatir untuk memberikan yoghurt ini untuk dikonsumsi seluruh keluarga khususnya pada anak-anak meraka. Bunda tidak perlu khawatir, karena  jika usia anaknya sudah mencapai 6 bulan, maka Bunda sudah bisa memberikan yoghurt ini untuk dikonsumsi anak-anak. Namun, jika anak Bunda didiagnosa memiliki alergi terhadap susu maka sebaiknya pemberian yoghurt ini ditunda terlebih dahulu, sambil menunggu hasil pemeriksaan dokter. Jika, dokter sudah memperbolehkan anak Bunda untuk mengkonsumsi yoghurt maka, sebaiknya Bunda memilih olahan yoghurt dengan rasa buah yang telah anaknya konsumsi sebelumnya.

Pilih pula yoghurt yang memiliki kandungan lemak tinggi tanpa pemanis buatan. Lemak dan kalori pada anak-anak yang masih berusia 6 bulan sangat diperlukan untuk proses pertumbuhannya sampai dia berusia 2 tahun. Tapi, perhatikan ya Bun, kalau anak sudah mulai diare saat mengkonsumsi yoghurt ini sebaiknya dihentikan.

Di dalam yoghurt memang memiliki berbagai gizi yang lebih banyak dibanding susu. Dan, tahukah Bunda kalau yoghurt ini memiliki beberapa manfaat lainnya pada tubuh baik untuk orang

fakta ajaib yoghurt

dewasa dan juga untuk anak-anak? Nah, inilah yang membuat susu fermentasi ini menjadi ajaib padahal di dalamnya terdapat bakteri, tenang saja Bun ini bakteri baik kok, hehehe. Apa saja keajaiban di dalam yoghurt ini, simak di bawah ini :

Resiko alergi lebih sedikit dibanding susu

Ada beberapa orang memang yang alergi terhadap susu, khususnya untuk anak-anak. Nah, buat Bunda yang memiliki anggota keluarga atau anak mengalami alergi terhadap susu, maka yoghurt bisa menjadi alternatif terbaiknya. Karena, tidak semua yang alergi terhadap susu bisa alergi terhadap yoghurt juga. Padahal yoghurt ini olahan susu juga kan.

Sangat baik untuk usus besar

Kenapa usus besar harus dijaga? Mungkin Bunda pernah mendengar salah satu istilah ini “Anda sehat kalau usus besar Anda sehat”. Istilah ini kerap diucapkan pada dunia medis. Dan, yoghurt merupakan jenis makanan yang berkontribusi besar untuk usus besar. Ini dikarenakan di dalam yoghurt ini mengandung lactobacteria serta bakteri baik lainnya yang dapat membuat usus tetap sehat. Untuk yang didiagnosa terkena kanker usus besar, maka sebaiknya rutinlah mengkonsumsi yoghurt.

Kenapa makanan yang memiliki bakteri baik untuk tubuh?

Lactobacteria, di dalam yoghurt ini khususnya acidophilus, memiliki fungsi dalam membantu pertumbuhan bakteri yang sehat di dalam usus. Di dalam yoghurt ini semua bakteri bersahabat, dan bekerjasama dalam menontaktifkan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh seperti misalnya nitrat/nitrit yang nantinya diubah ke nitrosamine, sebelum menjadi zat karsinogenik. Ajaibkan yoghurt ini, Bun!

Di dalam yoghurt pula terdapat kalsium dan mineral yang membantu dalam menyehatkan organ usus besar serta membantu mengurangi resiko kanker usus besar. Kalsium sendiri memiliki tugas sebagai penghambat pertumbuhan sel lapisan usus besar sebagai awal mula dari resiko kanker usus ini. Kalsium ini yang nantinya akan mengikat kanker, dengan memproduksi asam empedu serta melindungi dari iritasi pada dinding usus besar.

Kekebalan tubuh menjadi meningkat

Hal ini memang telah dibuktikan dari sebuah penelitian yang mana dilakukan pada 68 orang. Semua orang ini harus mengkonsumsi 2 cangkir yoghurt setiap harinya dalam waktu 3 bulan. Hasil dari penelitian adalah dapat membuat daya tahan interferon meningkat. Bakteri yang ada  di dalam yoghurt ini mampu melawan infeksi sel darah putih ke dalam aliran darah kita. Ada juga beberapa penelitian lain yang menunjukkan kalau di dalam  yoghurt ini terdapat faktor efek anti-tumor melalui percobaan pada hewan.

Membantu dalam penyembuhan infeksi usus

Gangguan pencernaan pada usus yang disebabkan oleh virus dan alergi bisa saja meninggalkan infeksi pada lapisan usus, khususnya pada bagian sel yang memproduksi lactase. Akibat dari gangguan ini dapat mengakibatkan yang namanya  malabsorbsi laktosa. Hal ini biasanya dialami oleh anak yang tidak dapat minum susu dalam waktu 1 sampai 3 bulan setelah ususnya mengalami infeksi. Nah, di dalam yoghurt ini mengandung lebih banyak lactase di banding laktosa, yang jauh lebih mudah untuk diterima anak-anak yang mengalami infeksi pada ususnya. Jika anak Bunda juga terserang diare, maka yoghurt juga bisa menjadi pengganti antibiotik untuk menyembuhkan diare tersebut.

Yoghurt kaya akan kalsium

Jumlah takaran kalsium pada yoghurt itu adalah 8 porsi yoghurt bisa menghasilkan 450 mg kalsium, 1,5 dari RDA anak dan 30% hingga 40% untuk RDA dewasa. Bakteri yang ada di dalam yoghurt ini hidup aktif, sehingga mampu membantu dalam penyerapan kalsium dengan cepat. Jika, Bunda dan keluarganya mengkonsumsi masing-masing 8 ons yoghurt tiap hari ini membantu penyerapa kalsium banyak daripada minum susu.

Dapat memberikan protein yang lebih baik

Jumlah protein dalam yoghurt ini sekitar 10 hingga 14 gr setiap 8 ons-nya. Jumlah tersebut sudah setara dengan 20% dari kebutuhan protein harian untuk tubuh kita. Jumlah tersebut jika disamakan dengan volume susu yoghurt masih lebih banyak loh Bun.

Membantu mengurangi koleterol dan resiko hipertensi

Buat Bunda yang memiliki kadar koleterol dalam darah yang tinggi, maka yoghurt adalah makanan yang dapat membantu dalam menguranginya. Secara tidak sadar 70% dari kita mungkin mengkonsumsi garam dalam jumlah 2 kali lipat dari jumlah normalnya, yang dapat mengakibatkan resiko hipertensi, ginjal, serta juga jantung. Nah, dengan kandungan komposisi potassium dalam yoghurt ini dapat mengurangi jumlah sodium berlebih di dalam tubuh. Dan, hal tersebut bisa mengurangi resiko pada tekanan darah tinggi (hipertensi).

Baik untuk pertumbuhan

Dengan mengkonsumsi yoghurt maka Anda sudah mendapatkan gizi yang mudah  untuk dicerna dan juga asam laktat yang membantu penyerapa mineral dalam tubuh. Jika ini rutin Anda berikan kepada anak-anak Bunda, maka tentunya mampu membantu mereka cepat tumbuh besar, untuk yang memiliki masalah perkembangan karena penyerapan pada usus.