INI DAMPAK BURUK KEKERASAN FISIK PADA ANAK

dr. Dyah Pusmala, SpA, M.Kes

Anak adalah buah cinta dari pasangan yang kita cintai, anak adalah sebuah pemberian dari sang Pencipta, anak adalah kebahagiaan yang tidak ternilai. Seperti itulah pandangan dari para orangtua terhadap anaknya, Bunda sendiri pasti seperti itu kan? Atau mungkin Bunda punya pandangan yang lain?

Anak memang merupakan pemberian dari sang pencipta yang merupakan buah cinta bersama pasangan. Para orangtua termasuk Bunda pastinya merasa sangat bahagia dalam membesarkan si kecil. Melihat tumbuh kembangnya, canda tawanya dan tingkahnya yang menggemaskan. Namun sebagai anak yang belum tahu apa-apa, secara alami ada kalanya si buah hati bertingkah aneh yang membuat kita jadi emosi dan marah.

Eits tenang dulu Bun, jangan terpancing emosi bahkan sampai marah atau bahkan sampai melakukan kekerasan fisik pada anak.

Bunda, menjadi orangtua atau menjadi seorang Ibu bagi anak-anak itu memang tidak mudah. Menikah itu bukan hanya sekedar perubahan status, begitu juga saat Bunda sudah resmi menyandang status sebagai seorang Ibu tapi ada tanggung jawab yang begitu besar di dalamnya. Bahkan bisa disebut jika seorang Ibu itu adalah perpanjangan tangan dari Tuhan. Maka dari itu tidak sepantasnya kita melakukan kekerasan pada buah hati tercinta, apalagi nih Bun kekerasan fisik pada anak bisa berdampak buruk untuknya di masa depan.

DAMPAK BURUK KEKERASAN FISIK PADA ANAK

Nah, Bun ini dampak buruk kekerasan fisik pada anak.

Cedera Fisik

Dampak buruk pertama tentu adalah cedera fisik. Kekerasan fisik seperti mencubit, menampar atau memukul pastinya akan menyebabkan cedera pada anak. Bunda jangan anggap remeh, bekas luka atau memar bisa berakibat fatal seperti merusak pertumbuhan anak, cacat secara fisik, pendarahan, kerusakan organ tubuh hingga kematian.

Membuatnya jadi Agresif

Sebenarnya luka yang paling berbahaya ada pada perasaan, psikis dan pola pikirnya. Jika anak sering mengalami kekerasan secara fisik maka ia cenderung akan mengalami masalah pada sikapnya. Dari hasil penelitian anak yang cenderung banyak mengalami kekerasan fisik akan memiliki perilaku agresif. Pasalnya anak secara alami belajar dari apa yang ia lihat dan apa yang ia rasakan, sehingga saat ia terlalu sering dipukul atau bahkan dimarahi maka ia cenderung akan bertindak agresif sama seperti yang ia alami.

Ya, Bun anak yang sering mendapat kekerasan fisik akan mengikut perilaku yang diperlihatkan orangtuanya. Bahkan proses belajarnya justru akan membuat anak berpikir jika melakukan kekerasan secara fisik adalah tindakan yang dibenarkan, ia berpikir jika kekerasan fisik seperti menampar atau memukul merupakan cara paling ampuh mengekspresikan perasaan dan menyelesaikan masalah. Sehingga saat ia beranjak dewasa ia menilai jika memukul orang yang lebih kecil dan tidak berdaya adalah perbuatan yang diperbolehkan. Bunda sendiri pasti tidak mau si kecil jadi seperti itu bukan?

Berprilaku Buruk

Meski anak tidak dapat menyampaikan secara langsung apa yang ia rasakan dan apa yang ia pikirkan, tapi sebenarnya ia banyak belajar dari apa yang ia lihat dan apa yang ia alami. Bahkan memori dan pikirannya pun akan bekerja secara bersamaan. Nah, jika anak mendapat perilaku kasar bahkan sampai mengalami kekerasan fisik, meski itu adalah sebuah bentuk hukuman maka secara alami pikirannya akan membuat anak berpikir jika cara menghukum orang lain adalah dengan memukul. Hal ini pula yang bisa membuat anak berprilaku buruk karena ia terbiasa dengan kekerasan dan sejak kecil ia sudah mengenal rasa marah dan memendamnya.

Bunda, sangat tidak adil jika kita harus memarahi atau bahkan melakukan kekerasan fisik pada anak. Pasalnya, bukan tidak mungkin kita sendiri sebenarnya lupa untuk memberikan apa yang ia butuhkan. Ingat ya Bun, anak itu tidak hanya membutuhkan makanan sehat, istirahat yang cukup tapi juga kasih sayang dan cinta dari orangtuanya. Jika semua kebutuhannya tidak terpenuhi dengan baik maka ia cenderung akan jadi pemarah, mudah frustasi dan suka dengan kekerasan.

Kehilangan Kecerdasan

Bun, apakah Bunda akan berpikir jernih saat marah? Apakah kecerdasan Bunda akan berjalan baik saat Bunda dilanda frustasi, stres dan dendam? Tidak kan? Nah, seperti itulah yang terjadi pada si buah hati, dampak buruk kekerasan fisik pada anak adalah membuat kecerdasan dan IQnya hilang.

Merusak Hubungan antara Orangtua dan Anak

Bunda sendiri pastinya sangat ingin membangun ikatan yang kuat dengan si kecil kan? Karena bagaimanapun kelak Bunda akan berada di posisinya. Saat ia dewasa dan Bunda sudah renta dan tua maka peran orangtua untuk menjaga anaknya akan berbalik. Anak yang Bunda besarkan akan menemani dan menjaga Bunda kelak. Nah, coba bayangkan saat ikatan antara orangtua dan anak rusak atau bahkan hilang sama sekali.

Bun, itulah salah satu efek yang buruk jika anak sering mendapat kekerasan fisik. Dia mungkin akan takut pada Bunda atau Ayahnya tapi lama kelamaan ia akan kembali memberontak.

Penyimpangan Seksual

Salah satu efek buruk dari kekerasan fisik adalah penyimpangan seksual. Hal ini ditemukan dari banyaknya kasus-kasus kekerasan yang dilakukan terpidana pelecehan seksual. Umumnya para pelaku pernah mengalami hal yang sama semasa kecilnya atau bahkan saat kecil ia sering mendapat kekerasan fisik. Hal ini terjadi karena saat anak mengalami pemukulan, disaat pemikirannya yang belum terbentuk baik saat ia dipukul ia akan mengasosiasikan antara rasa sakit atau kenikmatan secara seksual apalagi jika ia sendiri sudah terlalu sering mengalaminya. Mengerikan bukan?

Depresi

Selain secara fisik, kekerasan juga akan berdampak pada psikis. Anak yang selalu mengalami kekerasan fisik cenderung menolak kehidupan sosial. Ia cenderung mengurung diri, memendam perasaan benci, menganggap dirinya tidak berguna bahkan tidak pantas mendapat kebaikan. Hal ini tentu akan berujung fatal dan umumnya obat-obat terlarang atau bahkan bunuh diri adalah jalan terakhir.