Benarkah Permen Tidak Baik Untuk Anak?

dr. Dyah Pusmala, SpA, M.Kes

Rasa manis dari permen ini memang sudah pasti disukai oleh anak-anak. Akan tetapi, rasa manis yang disukai oleh anak-anak tersebut membuat beberapa Bunda ‘mengibarkan bendera perang’ untuk permen tersebut. Apakah Bunda termasuk dalam tipe yang seperti itu?

Jika, memang Bunda adalah salah satu orang tua yang mengibarkan bendera perang terhadap permen untuk anak, Anda tidak sendiri pastinya. Karena, memang beberapa orang tua menganggap permen ini lebih banyak  memiliki dampak buruk dibanding dampak baiknya. Tapi, untuk anak-anak yang memiliki rasa ingin tahu dan penasaran tinggi, pastinya semakin dilarang malah akan membuatnya semakin ingin. Tapi, tahukah Bunda kalau banyak anak yang mengenal permen ini bukan karena diberikan langsung, akan tetapi dari beberapa iklan yang ada di TV. Warna dari permen yang memang sangat menarik perhatian serta bentuknya yang lucu memang akan membuat anak Bunda menelan ludah ketika melihatnya. Nah, jika si anak sudah seperti itu, biasanya yang anak-anak mintai untuk dibelikan permen adalah ayah, atau kakek dan neneknya dalam bentuk hadiah. Karena, kalau sama Bundanya pasti mereka takut, hihihi (pengalaman pribadi). :)

Dulu waktu Saya masih kecil sering mendengar nasihat mengenai larangan makan permen ini dari Bunda Saya seperti, “Awas kalau makan permen, gigi kamu akan rusak. Mau kalau dokter menyuntik gigi kamu?” Mendengar kata suntikkan Saya pasti sudah merinding (soalnya takut jarum suntik). Dan, masih banyak lagi hal-hal menakutkan lainnya yang membuat nyali kita akan menjadi ciut, jika Bunda sudah tahu apa yang kita takuti. Seperti dengan membawa-bawa nama hantulah, atau memiliki tubuh gemuk yang bundar dan tidak bisa bergerak, dan masih banyak lagi.

Benarkah Permen Tidak Baik Untuk Anak

Seberapa buruk sih permen untuk anak ?

Hal tersebut wajar untuk dilakukan oleh Bunda, karena pasti Bunda menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Di dalam sebutir permen ini ada kandungan beberapa zat yang dinamakan dengan sukrosa dan juga glukosa, sakarin atau siklamat, asam sitrat, zat pewarna, dan beberapa tambahan zat lainnya. Jika, semua zat tersebut terlalu banyak dikonsumsi dalam tubuh tentunya akan berakibat tidak baik juga. Di bawah ini ada beberapa dampak negatif dari permen yang mungkin perlu Bunda ketahui  dengan pasti, agar anak-anak Bunda juga diberi pengertian dengan baik tentang dampak dari permen tersebut.

  1. Permen termasuk dalam golongan junk food

Di dalam permen sebenarnya tidak ada sama sekali kandungan gizinya. Ini karena kandungan kalori dalam permen ini memang sangatlah sedikit, yang hanya berada pada kisaran 20 sampai 30 kalori perbutirnya.

  1. Permen bisa merusak gigi anak

Mungkin Bunda sering memberikan arahan kepada anak-anaknya untuk rajin menggosok gigi setelah memakan yang manis-masin seperti permen ini. Nah, fungsi dari menggosok gigi ini adalah untuk membersihkan sissa permen yang bisa  saja menempel pada sela-sela gigi. Ini akan menyebabkan gigi anak menjadi caries atau berlubang. Jadi, sebaiknya Bunda rajin mengontrol kebersihan gigi anak-anaknya ya.

  1. Anak akan mengalami kurang nafsu makan

Anak yang diberi makan permen saat mendekati jadwal makannya, pasti akan malas lagi untuk makan. Ini karena kandungan rasa manis dalam permen membuat anak merasa kekenyangan terus. Jadi, sebaiknya hindari pemberian permen pada anak jika sudah menjelang waktu makannya.

Beberapa dampak buruk dari permen tersebut, pasti sudah Bunda ketahui dari dulu. Namun, ternyata beberapa riset juga telah menyebutkan tentang dampak positif dari permen ini, dan ternyata tidak seburuk apa yang kita ketahui. Tapi, yang penting Bunda harus tahu memilih jenis permen yang bermutu dan juga baik jika dikonsumsi oleh anak. Permen yang berkualitas baik bisa Bunda perhatikan dari apa jenis kandungannya. Kandungan yang palung utama dalam permen ini adalah gula. Jika kandungan gula dalam permen tersebut termasuk gula sederhana atau disebut juga dengan sukrosa maka ini merupakan kandungan yang baik untuk anak. Karena, sukrosa tersebut jika dikonsumsi dalam tubuh, maka akan dengan cepat diubah oleh tubuh kemudian menjadikannya energi.

Nah, permen seperti apa saja yang baik untuk diberikan pada anak untuk dikonsumsi?

  • Permen yang baik untuk dikonsumsi dan diberikan kepada anak adalah permen yang memiliki nutrisi yang baik, yang di dapatkan dari bahan makanan seperti susu, kacang-kacangan, gula  merah, licorice, dan juga coklat. Semua jenis bahan makanan tersebut memiliki kandungan nutrisi yang baik dalam tubuh anak jika dikonsumsi dengan baik pula.
  • Jangan memilih permen yang memiliki pewarna buatan.
  • Permennya kenyal dan empuk untuk dikunyah anak.
  • Permen tersebut dikemas dengan baik serta higienis. Dimana pada pembungkusnya terdapat merek dagang yang terkenal dan memiliki kode produksi, tanggal kadaluarsa, serta ada ijin dari Departemen Kesehatan.
  • Ajarkan anak untuk memakan permen tersebut dengan benar. Karena, biasanya anak-anak tidak mempedulikan kebersihan dari permen tersebut, walaupun sudah terjatuh masih juga diembat.
  • Jadwal pemberian makan permen juga harus Bunda atur dengan baik. Sebaiknya batasi pemberian permen tersebut hanya maksimal 2 permen saja setiap harinya, untuk menghindari anak ketergantungan makan permen.
  • Ajarkan pula anak Bunda tidak menerima permen dari orang asing.

Jadi, sebenarnya pemberian permen untuk anak itu bisa saja Bun. Yang penting, Bunda tetap memperhatikan kandungan dan bahan pembuatan yang ada di dalam permen tersebut. Bunda, juga tentunya harus tetap menjaga jumlah  konsumsi permen tersebut, jangan sampai Bunda memberikan permen pada saat mendekat jam makannya.