Begini Cara Mencegah Dan Mengatasi Anak Kurang Gizi

dr. Dyah Pusmala, SpA, M.Kes

Topik yang lagi hangat nih Bunda, nggak lain adalah anak kurang gizi. Walau zaman sudah modern, kasus anak kurang gizi masih aja melanda sebagian anak di seluruh dunia. Kali ini kita akan membahas masalah anak kurang gizi, gimana ciri-cirinya, cara mencegah dan juga cara mengatasinya. Are you ready, Bunda?

Sebenarnya masalah anak kurang gizi ini memiliki solusi agar anak terhindar darinya. Untuk itu, selama beberapa menit kedepan Bunda akan akan tahu apa tanda anak kurang gizi serta bagaimana solusinya setelah menyimak artikel ini. Langsung saja Bunda, nih info selengkapnya.

Ciri Ciri Anak Kurang Gizi

Gizi adalah kebutuhan pokok yang diperlukan manusia terutama anak-anak dan mempengaruhi proses tumbuh kembangnya. Kalau kebutuhan gizi pada tubuh anak tercukupi maka anak akan menjadi sehat dan cerdas. Kalau Bunda nggak mau buah hati kekurangan gizi maka berikan asupan makanan yang memiliki kekayaan akan kandungan gizi di dalamnya. Masalah akan timbul misalnya ketika secara bertahap anak tidak mau lagi makan nasi lagi dan berat badannya menurun terus, itu yang perlu diwaspadai, karena komposisi gizi yang dibutuhkan oleh anak-anak adalah 50-60% karbohidrat, 15-20% protein, 25-35% lemak ditambah berbagai zat vitamin sebagai sisanya. Jadi semua harus tercukupi.

anak kurang gizi

Berikut ini beberapa ciri-ciri anak kurang gizi:

  1. Kurus

Waspadai kalau tubuh anak semakin kecil dan kurus yang selama 3 bulan nggak mengalami kenaikan berat badan. Jadi, jangan sesekali Bunda menganggap sepele kalau si kecil mengalami penurunan berat badan, waspadai dan konsultasikan dengan dokter.

  1. Mudah mengantuk, lemas dan lesu

Bagi anak kurang gizi , mereka cenderung berada dalam kondisi yang mudah mengantuk, lemah, lesu dan nggak bergairah. Mereka kehilangan semangat dan keaktifannya meskipun telah dipancing dengan hal-hal tertentu.

  1. Lingkar kepala yang tidak normal

Ukurlah lingkar kepala anak apakah lingkar kepalanya sesuai dengan usianya atau sebaliknya. Kalau kepala buah hati Bunda sesuai dengan usianya secara normal maka Bunda dapat bernafas lega, kalau sebaliknya maka segera periksakan

  1. Permukaan kulit keriput dan kering

Mengimbangi bentuk tubuhnya yang kurus, anak kurang gizi memiliki permukan kulit yang keriput dan kering. Selain itu, bagian pantatnya menjadi keriput dan bagian perutnya menjadi cekung bahkan membuncit.

  1. Rewel dan pasif

Anak kurang gizi biasanya akan mudah rewel dan cengeng. Mereka juga pasif dan lambat untuk memberikan respons terhadap sekelilingnya.

  1. Mata cekung

Mata yang menandari bahwa seorang anak mengalami kekurangan gizi adalah terlihat seperti sedang mengantuk, sayu dan mencekung. Kalau Bunda menjumpai hal semacam ini maka dapat diindikasikan anak tersebut mengalami kekurangan gizi.

  1. Rambut terlalu tipis

Rambut yang terlalu tipis disertai dengan warna kemerahan serta mudah dicabut. Bunda harus mewaspadai kalau mendapati anak dengan ciri-ciri seperti ini.

  1. Rentan sakit

Asupan gizi yang kurang akan mengindikasikan anak menjadi rentan terserang penyakit seperti anemia, demam dan diare.

Itulah ciri-ciri pada anak kurang gizi yang wajib Bunda waspadai untuk mengantisipasi adanya kasus kekurangan gizi pada anak-anak. Setelah mengetahui ciri-cirinya hal yang perlu dilakukan adalah menemukan solusinya. Oleh sebab itu Bunda, solusi merupakan sebuah cara untuk membuka jalan demi mencegah kasus anak kurang gizi tersebut.

Cara Mengatasi Anak Kurang Gizi

Kekurangan gizi bukan sebuah peristiwa yang terjadi pada waktu yang singkat. Tapi Bunda, hal ini terjadi sejak anak masih bayi bahkan saat masih berada di dalam kandungan. Tentu kekurangan nutrisi merupakan hal yang berbahaya terutama bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Kurangnya asupan gizi akan menyebabkan kualitas IQ pada anak menurun. Hal ini disebabkan karena mulai daridalam kandungan sampai anak mencapai usia 3 tahun, perkembangan otaknya mencapai sekitar 80%. Dari sini dapat dilihat bahwa pengaruh gizi ternyata begitu penting untuk otak dan kecerdasan anak.

Untuk mengatasi kasus pada anak kurang gizi Bunda, inilah beberapa solusinya. Berikut selengkapnya:

1. Cukupi kebutuhan ASI eksklusif anak

Sebenarnya faktor ekonomi bukanlah selalu menjadi penyebab kurangnya asupan gizi pada anak Bunda, yang begitu penting adalah cukupi kebutuhan ASI eksklusif anak. Kurang gizi juga bisa terjadi pada anak yang malas minum susu. Memberikan makanan tambahan sebagai pendamping ASI juga perlu untuk mendukung perkembangan anak semasa balita. Contohnya seperti bubur pisang yang dihaluskan, bubur susu encer dan lainnya.

2. Cukupi asupan kalori

Untuk memberikan solusi terhadap kasus kurang gizi pada anak ini Bunda, harus diberikan asupan kalori yang cukup baik melalui gula, lemak maupun karbohidrat. Di samping itu, asupan vitamin dan mineral juga nggak kalah pentingnya untuk dicukupi.

3. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah

Solusi selanjutnya adalah dengan memperbanyak mengkonsumsi jenis makanan dari sayuran dan buah-buahan. Usahakan memberikannya 5-7 porsi dalam setiap minggunya.

4. Fortifikasi makanan

Istilah fortifikasi adalah sebuah proses untuk mrnambahkan beberapa zat gizi secara sengaja pada makanan atau bahan makanan. Zat gizi yang ditambahkan adalah zat gizi yang penting untuk tubuh. Proses fortifikasi ini berperan guna mengatasi hal kurangnya gizi terutama pada zat mikro contohnya kekurangan vitamin A, iodium dan zat besi. Fortifikasi ini juga dapat berupa menambah iodium pada garam, kandungan jenis vitamin A dalam tepung terigu serta sejumlah makanan tertentu lainnya.

Pada makanan yang diproses untuk mengalami fortifikasi ini harus mudah diperoleh serta nggak diperbolehkan mengganggu pada zat essensial yang telah terkandung pada makanan itu sendiri.

Itulah alternatif solusi yang bisa diberikan pada anak malnutrisi yang masih sering ditemui Bunda. Peluang gizi buruk yang menghampiri anak-anak ini nggak cuma melanda diwilayah Indonesia pedesaan tapi di wilayah perkotaanpun juga nggak sedikit ditemukan. Nah, untuk mengatasi hal ini maka semua pihak harus ikut bertanggungjawab terutama peran kita Bunda sebagai orangtua untuk memberikan nutrisi yang cukup.

Makanan kaya nutrisi dan bergizi bukanlah hal yang sulit untuk ditemukan dan tentu nggak harus mahal juga, Bunda. Berikut cara sederhana untuk mendapatkan makanan bergizi yang bisa Bunda coba dirumah:

  1. Beri asupan daging tanpa lemak atau ikan dan haluskan kemudian campurkan kedalam bubur.
  2. Buatlah juz dari buah-buahan segar atau cukup dihaluskan lalu tambahkan susu untuk melengkapi sizi sang buah hati.
  3. Rebus sejumlah sayuran segar seperti kacang-kacangan, wortel dan semacamnya kemudian tambahkan kaldu alami. Kalau anak masih bayi, maka blender sayuran agar hasilnya lebih halus.

Nah, itulah cara sederhanan yang dapat Bunda lakukan untuk mendapatkan makanan bergizi untuk si buah hati. Mudah dan sederhana bukan? Demi tumbuh kembang si kecil tentu melakukan yang terbaik adalah menjadi keharusan kita sebagai orang tua.

Setelah Bunda faham terkait dengan ciri-ciri anak yang mengalami kekurangan gizi serta solusi yang bisa diberikan bagi mereka, kini Bunda akan lebih faham untuk memperhatikan buah hati atau anak-anak disekitar dan peduli terhadap mereka. Mengontrol kesehatan dan perkembangan anak ke posyandu secara rutin juga nggak kalah pentingnya, jadi selalu siaga ya Bunda untuk masa depan buah hati yang lebih baik dan cerdas.