Bagaimana Mengatasi Temper Tantrum Pada Balita?

Dok, Saya ingin berkonsultasi.

Saya Cindy, Anak Saya yang perempuan usianya saat ini sudah 1 tahun 2 bulan, sangat gampang nangis jika diberi nasehat atau dilarang untuk melakukan sesuatu. Mungkin dia kecewa atau berkecil hati ya kalau seperti itu. Padahal, Saya memberikan nasehat dan larangan tersebut tidak seperti orang yang lagi marah Dok. Saya bahkan sambil tersenyum dan intonasi bahasa Saya pun yang lembut, tanpa ada suara yang keras seperti orang yang membentak. Anak saya juga jika menginginkan sesuatu dan tidak bisa diberikan segera, maka akan langsung berteriak-teriak. Apa ini tanda kalau anak Saya ini mengalami gejala Temper Tantrum ya Dok? Saya sendiri bingung melihat keadaannya yang seperti itu Dok. Kalau memang anak Saya ini mengalami gejala Temper tantrum, apa yang harus Saya lakukan untuk mengatasinya ya Dok? Tolong Saya dibantu ya Dok.

Terima kasih Dokter.

Hai Bunda Cindy

Temper tantrum ini merupakan aksi dari emosi anak yang negatif, yang terjadi jika anak sedang frustrasi. Anak yang frustasi ini biasanya disebabkan karena, keinginannya yang tidak diperhatikan atau tidak sesuai yang diharapkannya. Kondisi seperti ini, memang paling umum kami temui pada anak yang usianya masih berada antara 1 sampai 3 tahun. Bahkan kondisi ini hampir dialami oleh semua anak, yang sepertinya masuk dalam tahapan tumbuh kembang anak.

Ekspresi anak yang mengalami temper tantrum ini bermacam-macam Bun. Ada anak yang mengekspresikannya dengan menangis, menjerit dengan keras, memukul, menendang, menggigit, berteriak dengan sekeras-kerasnya, meronta-meronta, berguling kesana-kemari di lantai, dan masih banyak lagi tindakan lainnya untuk mengekpresikan kemarahan dari si kecil.

Anak yang menangis merupakana salah satu bentuk dalam mengekspresikan emosi anak, saat Anda memberi larangan padanya, saat dia ingin melakukan sesuatu. Beberapa pakar biasanya hanya menyarankan kepada para orang tua untuk membiarkan si kecil menangis begitu saja sampai dia bisa tenang sendiri, tapi jangan meninggalkannya, Bunda harus tetapi mengawasinya. Kemudian Anda bisa juga langsung menjelaskan secara tenang mengenai tindakannya yang dilarang tersebut.

Penyebab temper tantrum pada anak

– Anak yang keinginannya tidak terpenuhi atau tidak sesuai yang diharapkan tentunya adalah salah satu penyebab dari anak mengeluarkan ekspresi-ekspresi kemarahannya yang termasuk tanda dari temper tantrum.

– Temper tantrum pada anak ini juga bisa terjadi karena, si kecil belum mampu berkomunikasi dengan baik, sehingga untuk mengungkapkan keinginannya itu sangat sulit. Ditambah Anda sebagai Bunda juga tidak terlalu mampu memahami keinginan dari si kecil.

– Anak mengalami stress karena merasakan perasaan tertekan, sepertinya misalnya, saat si kecil diikutkan pada sebuah perjalanan yang sangat jauh dan membosankan, dan saat diperjalanan tersebut si kecil sedang ingin sesuatu tapi tidak bisa dipenuhi atau dimengerti oleh Bunda.

– Penyebab selanjutnya adalah cara atau pola mengasuh dari kedua orang tua yang terlalu memanjakan si kecil, dan tiba-tiba ada permintaan dari si kecil tidak dapat Anda penuhi. Untuk itu sebagai orang tua, memanjakan anak memang bisa saja, tapi jangan terlalu berlebihan. Dan berikan pula contoh pada anak yang bersifat positif untuk ditirunya.

– Penyebab yang terakhir adalah komunikasi antara orang tua dan anak itu sendiri. Sebagai orang tua tentunya Anda harus lebih aktif berkomunikasi dengan si kecil. Ini akan membantu si kecil dalam proses berbicaranya, dan juga mengetahui keluhan atas kondisi yang dialami oleh si kecil untuk menekan gejala temper tantrum tersebut.

Itulah beberapa penyebab hingga anak mengalami temper tantrum. Jika Bunda sudah memahami penyebab dari temper tantrum tersebut, di bawah ini kami telah merangkumkan kepada Bunda tentang tips pendekatan yang bisa Bunda lakukan saat si kecil mengalami temper tantrum tersebut.

Tips bagi orang tua untuk anak yang temper tantrum

– Sebagai orang tua, Anda harus tetap tenang dalam menghadapi segala tingkah laku dari si kecil, apalagi untuk Bunda yang tentunya lebih banyak menghabiskan waktunya dengan si kecil. Karena, penelitian mengungkapkan bahwa, jika Anda membalas tindakan si kecil dengan kondisi emosional juga maka yang ada temper tantrum pada anak akan menjadi semakin kuat. Jika memang Anda masih sulit untuk mengendalikan emosi, maka yang perlu Bunda lakukan adalah dengan keluar rumah sejenak dan tarik nafas yang dalam. Setelah itu kembali temui anak Bunda untuk menenangkannya.

– Jika memang Bunda bisa mengendalikan emosi dengan baik, maka tetaplah bersama si kecil.

– Hindari untuk pemberian hadiah atau imbalan pada anak jika dia sedang marah atau rewel.

– Anda sebagai orang tua juga harus tetap konsisten, dan jangan mudah goyah terhadap keinginan anak dan emosinya.

– Hiraukan saja sampai emosinya tersebut mereda

– Ingatkan si kecil mengenai aturan-aturan yang telah disepakati bersama dengan tegas, tapi dalam konteks tanpa marah atau tetap lembut dalam memberikan arahan.

– Jangan pernah menghukum anak secara fisik seperti, memukul, dan mencubit. Jika memang anak sudah semakin menjadi-jadi, maka cukup berikan pelukan kepada si kecil sambil memberikannya penjelasan, hingga dia kembali tenang.

– Temukan penyebab tantrum pada si kecil, agar Anda bisa dengan mudah menenangkannya, dengan penjelasan yang lebih baik.

– Hibur anak Anda dan pastikan pula kalau Anda sangat menyayanginya.

– Hipnoterapi pada saat anak tertidur juga bisa Bunda lakukan, dengan kata-kata atau sugesti yang positif tentunya.

Nah, itulah beberapa tips yang sempat kami rangkum dari ahlinya. Namun, semua itu dikembalikan lagi kepada Anda sebagai orang tua dan juga kondisi si kecil. Tips-tips tersebut tentunya tidak akan berhasil secara instant, namun dengan tindakan yang konsisten maka itu bisa membantu dalam menangani temper tantrum pada si kecil.

Semoga bisa membantu ya Bun.